Beranda / Wagub Krisantus Kurniawan Semprot Perusahaan Tambang dan Perkebunan di Kalbar

Wagub Krisantus Kurniawan Semprot Perusahaan Tambang dan Perkebunan di Kalbar

LINTASPOTIANAK.COM — Suasana perayaan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-39 mendadak berubah tegang saat Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, melontarkan kritik tajam terhadap keberadaan perusahaan-perusahaan tambang dan perkebunan di provinsi tersebut.

Di hadapan para tamu undangan, tokoh adat, dan masyarakat, Krisantus menyampaikan kekecewaannya atas minimnya kontribusi perusahaan-perusahaan besar terhadap pembangunan daerah.

BACA JUGA: Puluhan Drum Solar Subsidi Ditemukan di Dekat Lokasi Tambang Emas Ilegal di Kapuas Hulu

“Di Kalimantan Barat ini ada 400 perusahaan perkebunan dan lebih dari 600 perusahaan tambang. Tapi saya sedih, saya belum melihat kontribusi nyata mereka terhadap pendapatan resmi daerah,” tegas Krisantus dalam pidatonya yang direkam oleh sejumlah wartawan, Selasa (20/5).

Ia menyoroti ketimpangan antara besarnya investasi yang masuk ke Kalbar dengan dampak sosial yang ditimbulkan. “Hampir seribu lebih investasi ada di sini, tapi yang terjadi justru konflik dengan masyarakat. Sedikit-sedikit lapor polisi. Tidak ada upaya preventif untuk mencegah konflik agraria yang terus meningkat di berbagai wilayah.”

Lebih lanjut, Krisantus menyesalkan sikap perusahaan yang dinilainya tidak menghargai kearifan lokal dan budaya masyarakat Dayak. “Ada sebuah pabrik yang bahkan tidak menghargai budaya lokal. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kalau Anda bekerja di Kalimantan Barat, maka jadilah bagian dari Kalimantan Barat,” tegasnya.

BACA JUGA: Portal Jepin Kini Hadir dengan Fitur Unggulan dan Akses Dua Bahasa

Ia juga menyinggung soal kontribusi perusahaan terhadap kegiatan budaya. “Ketua panitia tadi bilang ke saya, ada perusahaan yang hanya menyumbang Rp1,5 juta, padahal mereka sudah mengeruk triliunan dari tanah Kalimantan Barat. Seharusnya mereka hadir di sini. Biar saya bisa tunjuk biji matanya.”

Krisantus menyerukan agar perusahaan-perusahaan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kalimantan Barat. “Jangan hanya datang untuk mengeruk kekayaan. Cintai Kalimantan Barat. Jadikan provinsi ini bukan hanya objek, tapi juga subjek pembangunan.” pungkasnya.

Pernyataan keras Krisantus ini langsung menjadi sorotan publik dan memantik diskusi hangat di berbagai platform media sosial.

Banyak pihak mengapresiasi keberanian sang wakil gubernur, namun tak sedikit pula yang menunggu respon dari pihak-pihak perusahaan yang disebutkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *