PONTIANAK – Kota Pontianak kembali dihebohkan dengan maraknya dugaan peredaran daging beku impor ilegal dari Malaysia. Salah satu titik yang menjadi pusat distribusi ilegal ini berada di Jalan Abdurahman Saleh (Jalan BLKI), Kecamatan Pontianak Tenggara.
Berdasarkan tim investigasi di lapangan mengungkap bahwa sebuah rumah di kawasan tersebut diduga dijadikan gudang penyimpanan daging tanpa izin resmi.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa usaha ilegal ini diduga dikendalikan oleh pasangan berinisial AL dan AT. Ketiadaan pengawasan dari otoritas terkait membuat peredaran daging ilegal ini semakin tidak terkendali, memicu ancaman kesehatan yang serius bagi masyarakat. Tanpa standar keamanan yang jelas, daging beku ini berpotensi mengandung bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit serius bagi konsumen.
Namun, ancaman ini bukan hanya soal kesehatan. Masuknya daging impor ilegal juga menghantam perekonomian lokal. Peternak dan pedagang daging lokal semakin terdesak karena harga daging ilegal yang jauh lebih murah. Persaingan tidak sehat ini bisa berujung pada lumpuhnya industri peternakan dalam negeri.
Masyarakat kini mendesak pemerintah, terutama Dinas Pertanian dan Peternakan serta Bea Cukai, untuk segera bertindak tegas. Investigasi mendalam dan operasi penertiban harus segera dilakukan guna menutup jalur distribusi daging ilegal ini. Selain itu, pengawasan di jalur perbatasan harus diperketat agar penyelundupan serupa tidak kembali terjadi.
Pemerintah juga harus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada dalam membeli daging beku. Produk yang beredar di pasaran harus memiliki izin resmi dan memenuhi standar kesehatan. Jika menemukan praktik ilegal semacam ini, masyarakat diimbau segera melaporkan ke pihak berwenang.
Peredaran daging beku ilegal bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman nyata bagi kesehatan dan stabilitas ekonomi lokal. Jika tidak segera ditindak, bukan tidak mungkin Pontianak akan menjadi surga bagi perdagangan daging ilegal, dengan risiko kesehatan masyarakat yang semakin besar. Langkah cepat dan tegas dari pemerintah menjadi kunci utama dalam menangani masalah ini sebelum dampaknya semakin luas. (Tim)
