LogisPost.com- Suasana di kawasan industri PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, berubah mencekam saat sebuah ledakan dahsyat mengguncang kapal tanker MT Federal II pada Rabu dini hari. Kapal yang tengah diperbaiki itu mendadak terbakar hebat dan menewaskan 10 pekerja di lokasi kejadian.
Saksi mata menggambarkan kobaran api yang tinggi dan asap pekat yang membumbung ke langit. Di tengah kepanikan, terdengar jeritan minta tolong dari pekerja yang terjebak, bersahutan dengan suara dentuman logam dan bau menyengat bahan kimia.
Sebanyak 18 korban luka-luka langsung dilarikan ke empat rumah sakit di Batam, yaitu RS Awal Bros, RS Graha Hermin, RS Mutiara Aini, dan RS Santa Elisabeth. Sebagian dari mereka mengalami luka bakar serius dan masih dirawat intensif.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, membenarkan jumlah korban tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses evakuasi dan penyelidikan masih terus berlangsung.
“Kondisi di dalam kapal masih panas, jadi evakuasi belum bisa sepenuhnya dilakukan. Fokus utama kami sekarang adalah penanganan korban dan pemeriksaan saksi-saksi,” kata Zaenal saat dikonfirmasi.
Tragedi ini bukanlah insiden pertama yang menimpa kapal MT Federal II. Sebelumnya, pada 24 Juni 2025, kapal yang sama juga mengalami ledakan saat proses docking. Dalam kejadian itu, empat pekerja tewas dan lima lainnya terluka. Hasil penyelidikan menyimpulkan adanya unsur kelalaian dari pihak manajemen, dan dua petugas bagian keselamatan kerja (HSE) telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kini, insiden serupa kembali terjadi—menimbulkan pertanyaan besar tentang standar keselamatan kerja di lingkungan galangan kapal tersebut. Warga dan pekerja di sekitar lokasi berharap pihak berwenang bertindak tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang.
Sementara itu, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban yang kehilangan orang-orang tercinta dalam tragedi ini. Api mungkin padam, tapi luka yang tertinggal tak mudah hilang.(rs)

