MOSKOW — Fenty Noverita, Ketua Komisi Tetap Koordinasi Antarinstansi, Birokrasi, Rantai Pasok, dan Intelijen Pasar di bawah naungan Wakil Ketua Umum Pembinaan dan Koordinasi Eksportir KADIN Indonesia, menghadiri Forum BRICS World Business Alliance (WBA) di National Centre Russia, serta melakukan kunjungan resmi ke Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Moskow. mulai dari 13–19 Mei 2024
Kunjungan ini difasilitasi oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) di bawah kepemimpinan Ibu Nannie Hadi Tjahjanto, dan diikuti oleh 40 pengusaha perempuan dari IWAPI, KOWANI, dan KADIN Indonesia. Turut mendampingi, Ketua Umum DPP IWAPI, Ibu Ir. Nita Yudi, MBA.
Dalam kesempatan tersebut, Fenty juga mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow dan berdiskusi langsung dengan Duta Besar RI untuk Rusia, Bapak Jose Tavares, guna membahas arah strategis kerja sama ekonomi bilateral serta mengidentifikasi tantangan utama dalam perdagangan kedua negara.
BACA JUGA: Dr. Herman Hofi Dukung Sikap Wagub Kalbar: Segera Perusahaan Sawit dan Tambang Di Evaluasi
Pertemuan strategis di KADIN Moskow dipimpin oleh Presiden KADIN Moskow, Mr. Vladimir Platonov, dan Wakil Presiden Bidang Internasional, Mr. Vladislav Mishchenko. Diskusi berlangsung konstruktif dengan bahasan utama seputar peluang kerja sama perdagangan dan peningkatan peran pelaku usaha, khususnya dari kalangan perempuan.
Mr. Platonov menyampaikan keinginan untuk menjalin kerja sama pendidikan, terutama melalui program pelatihan wirausaha bagi mahasiswa asing yang hingga kini belum diikuti oleh mahasiswa asal Indonesia.
Dalam forum dan pertemuan bilateral, Fenty menyoroti potensi besar pasar Rusia bagi produk ekspor Indonesia seperti kelapa sawit, kopi, teh, cokelat, dan karet. Namun, ia juga menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap preferensi konsumen Rusia serta penguatan rantai pasok yang efisien.
“Masalah logistik dan biaya pengiriman yang tinggi perlu disiasati melalui konektivitas dan transportasi multimoda,” ujar Fenty.
BACA JUGA: Dr. Herman: Penunjukan Plh Ketua KPAD Kalbar oleh Kepala Dinas DPPA Berpotensi Langgar Aturan
Selain logistik, hambatan sistem pembayaran internasional juga menjadi sorotan. Di Rusia, penggunaan kartu kredit internasional seperti Visa dan Mastercard dibatasi. Hal ini menyulitkan transaksi lintas negara, termasuk bagi warga Rusia yang berkunjung ke Indonesia.
Fenty menekankan pentingnya inovasi dalam sistem pembayaran, seperti kerja sama antar bank sentral, penggunaan QR code lintas negara, atau pengembangan platform digital non-Barat.
Rusia merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia. Negeri Beruang Merah ini mengekspor bahan bakar, pupuk, gandum, dan logam ke Indonesia, sementara investasi Rusia ke Tanah Air diproyeksikan naik signifikan hingga 130,7% mencapai US$263 juta di tahun 2024. Di sektor pariwisata, 180.000 wisatawan Rusia diperkirakan akan mengunjungi Indonesia tahun ini, mayoritas ke Bali.
Tukar Cendera Mata, Pererat Hubungan
Sebagai bentuk penghargaan dan simbol persahabatan, delegasi Indonesia menyerahkan kain tenun khas Melayu kepada pimpinan KADIN Moskow. Pihak Rusia juga memberikan cendera mata khas Moskow kepada delegasi Indonesia, menandai komitmen untuk melanjutkan kerja sama yang lebih erat ke depan.
“Kami optimis bahwa dengan kolaborasi, diplomasi ekonomi yang strategis, serta informasi pasar yang akurat, hubungan perdagangan Indonesia Rusia akan tumbuh lebih kuat,” tutup Fenty Noverita dalam pernyataan resminya.
