Tugas Opini: Abdullah, S. Sos ( 241840101060 )
Dosen Pengampuh: Dr. KH. Muhammad Husni, M. Pd
PONTIANAK – Madrasah Diniyah Miftahul Jannah di Panglima Aim Pontianak Timur memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang paham dan mencintai Al-Qur’an. Guru ngaji di tempat ini layaknya pelita di tengah kegelapan, dengan penuh dedikasi membimbing para santri memahami agama dan nilai-nilai Islam. Di tengah keterbatasan fasilitas, penghargaan yang minim, dan tantangan zaman, mereka terus melangkah dengan tekad yang kuat.
Namun, perjuangan ini tidak lepas dari berbagai kendala, seperti rendahnya dukungan finansial, kurangnya sarana pendidikan yang memadai, dan perhatian masyarakat yang kadang belum optimal. Terlebih lagi, tantangan modernisasi sering kali membuat generasi muda lebih terpikat pada gawai dan hiburan dibandingkan dengan belajar Al-Qur’an. Hal ini menuntut pendekatan baru agar nilai-nilai Islam tetap relevan di hati para santri.
Peran guru ngaji seperti di Madrasah Diniyah Miftahul Jannah di Panglima Aim Pontianak Timur ini sebenarnya tidak hanya tentang mengajar membaca Al-Qur’an. Mereka juga membentuk akhlak, menanamkan rasa cinta pada agama, dan memperjuangkan pendidikan karakter. Maka, sudah sepantasnya masyarakat dan pihak terkait memberikan perhatian lebih untuk mendukung perjuangan mereka. Namun tidak dapat di pungkiri bahwa sejak tergabungnya, Pemuda Seruni yang ada di Panglima Aim Pontianak Timur Lembaga Miftahul Jannah mendapat dukungan penuh sehingga segala sesuatu yang menajadi kebutuhan dapat terbantukan.
Hal ini tidak terlepas dari peran pemuda yang di promotori oleh 4 orang yaitu: H. Sarilan, Ust. Syaiful, Ust. Ali Razali dan Ust. Andha dkk. oleh karena itu Lembaga Miftahul Jannah Sangat berterimaksih.
Solusi
Untuk mendukung keberlanjutan perjuangan guru ngaji di Madrasah Diniyah Miftahul Jannah di Panglima Aim Pontianak Timur, beberapa langkah solutif dapat diambil:
1. Peningkatan Fasilitas Pendidikan
- Mengadakan penggalangan dana melalui donatur, baik dari masyarakat lokal maupun lembaga filantropi, untuk memperbaiki fasilitas belajar seperti ruang kelas, musholla, atau menyediakan alat bantu belajar yang modern.
- Mengupayakan bantuan dari pemerintah daerah melalui program dukungan bagi pendidikan agama.
2. Peningkatan Kapasitas Guru Ngaji
- Memberikan pelatihan rutin kepada guru ngaji untuk mengembangkan metode pengajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
- Mendorong sertifikasi bagi guru ngaji agar mereka lebih dihargai secara profesional.
3. Keterlibatan Masyarakat
- Mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap madrasah diniyah, misalnya dengan mendukung kegiatan melalui kontribusi dana atau keterlibatan langsung.
- Mengadakan kegiatan bersama yang melibatkan orang tua santri, seperti pengajian keluarga, agar tercipta sinergi antara madrasah dan lingkungan keluarga.
4. Pemanfaatan Teknologi
- Mengembangkan metode pembelajaran berbasis teknologi seperti video interaktif, aplikasi belajar Al-Qur’an, atau media sosial untuk menjangkau generasi muda yang lebih akrab dengan dunia digital.
- Membuat konten dakwah kreatif yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak dan remaja agar mereka merasa Islam relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
5. Penghargaan dan Apresiasi
- Memberikan penghargaan kepada guru ngaji yang berdedikasi, baik secara material maupun non-material, misalnya melalui program beasiswa anak guru ngaji atau pemberian tunjangan insentif.
- Mengadakan acara penghargaan tahunan untuk menumbuhkan semangat dan rasa bangga menjadi pendidik agama.
Penutup
Perjuangan seorang guru ngaji di Madrasah Diniyah Miftahul Jannah adalah bagian dari usaha menyalakan cahaya keimanan di tengah tantangan modernitas. Dengan dukungan bersama, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun lembaga terkait, harapan untuk mencetak generasi yang mencintai Al-Qur’an dapat terus terjaga. Guru ngaji tidak hanya membutuhkan apresiasi atas pengorbanan mereka, tetapi juga pendampingan dan dukungan yang berkelanjutan agar cahaya yang mereka nyalakan tidak pernah padam.

