Beranda / STEI Abdussalam Gelar Musyawarah KKN di Kubu Raya, Bahas Potensi Desa dan Studi Akhir

STEI Abdussalam Gelar Musyawarah KKN di Kubu Raya, Bahas Potensi Desa dan Studi Akhir

LINTAS PONTIANAK – Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Abdussalam menggelar musyawarah persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan dilaksanakan di beberapa desa di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan itu turut dihadiri para wali mahasiswa semester VI sebagai bagian dari ajang silaturahmi yang dikemas dalam bentuk sosialisasi. Kamis, 10 Juli 2025

Acara ini menjadi wadah penting untuk menyampaikan berbagai informasi terkait pelaksanaan KKN, menggali potensi desa tujuan, sekaligus membahas hal-hal teknis seperti kesiapan studi akhir dan kewajiban mahasiswa, termasuk persoalan administrasi dan keuangan.

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Abdussalam, K.H. Hifni Hafiluddin, M. Yusuf, menekankan pentingnya peran wali mahasiswa dalam mendukung pendidikan anak. Ia menyampaikan motivasi kepada seluruh wali agar terus berikhtiar memberikan yang terbaik demi masa depan anak-anak mereka.

Foto. Pengasuh Pondok Pesantren Abdussalam, K.H. Hifni Hafiluddin, M. Yusuf

“Untuk para mahasiswa, jangan pernah patah semangat dalam mencari ilmu. Karena kelak, hasil dan keuntungannya akan kembali kepada diri sendiri,” ujar K.H. Hafiluddin memberi semangat.

Ia juga menyoroti nilai penting ilmu ekonomi yang diajarkan di STEI Abdussalam, khususnya dalam pengelolaan harta secara syariah, yang menjadi bekal utama mahasiswa dalam menghadapi tantangan di masyarakat.

Sementara itu, Ketua STEI Abdussalam, Dr. Hafidloh, S.E.I., M.M., memberikan sejumlah arahan kepada mahasiswa yang akan terjun ke lokasi KKN. Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik kampus dan pesantren, serta menjunjung tinggi etika dalam bersosialisasi dengan masyarakat.

Foto. Ketua STEI Abdussalam, Dr. Hafidloh, S.E.I., M.M

“Kegiatan KKN ini bukan hanya sekadar pengabdian, tapi juga menjadi ajang penilaian. Produk-produk yang dihasilkan dari program ini nantinya akan dikurasi dan dinilai saat kegiatan Loka Karya,” ungkapnya.

Dr. Hafidloh menambahkan bahwa mahasiswa akan didampingi secara langsung dalam proses legalisasi produk, termasuk kurasi kualitas dan kesiapan untuk promosi. Desa yang memiliki potensi akan disupport penuh oleh tim mahasiswa, terutama dalam aspek pencatatan keuangan dan strategi promosi.

“Ini akan menjadi pekerjaan rumah (PR) mahasiswa untuk mengkaji potensi desa dan mengelolanya secara profesional. STEI Abdussalam akan terus mendampingi agar hasil KKN benar-benar bermanfaat bagi desa dan mahasiswa itu sendiri,” tambahnya.

Dengan pendekatan kolaboratif dan dukungan penuh dari para dosen dan pengasuh, STEI Abdussalam berharap program KKN ini tidak hanya menjadi ajang belajar lapangan, tapi juga menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan desa berbasis ekonomi syariah.

HaDin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *