Beranda / Transformasi IAIN Pontianak Prodi Studi Agama-Agama Bergabung dengan FUSHA

Transformasi IAIN Pontianak Prodi Studi Agama-Agama Bergabung dengan FUSHA

LINTASPONTIANAK. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak baru saja menorehkan babak baru dalam perjalanan penataan kelembagaan dan penguatan akademik. Sebagai bagian dari upaya strategis ini, telah dilakukan pemekaran fakultas yang signifikan. Salah satu hasil penting dari pemekaran ini adalah resminya Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) bergabung dengan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUSHA). Sebelumnya, SAA bernaung di bawah Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD).

Keputusan ini sempat memantik beragam pertanyaan di kalangan akademisi dan masyarakat, khususnya terkait alasan penempatan SAA ke FUSHA, dan bukan ke Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI).

Menanggapi pertanyaan tersebut, Sekretaris Prodi SAA, Syukron Wahyudi, M.Ag., menjelaskan dalam wawancara pada Rabu (9/7) bahwa penempatan SAA ke FUSHA didasarkan pada pendekatan keilmuan yang fundamental. “Semua Prodi SAA dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) di IAIN atau UIN, pasti akan masuk ke rumpun Ushuluddin. Tidak ada SAA yang masuk ke fakultas dakwah karena inti keilmuannya adalah Ushuluddin,” tegas Syukron.

Ia menambahkan, penentuan fakultas bagi suatu program studi tidak bisa hanya didasarkan pada kedekatan isu semata, melainkan harus berakar pada dasar keilmuan yang kokoh. “Yang menentukan prodi ini masuk ke fakultas mana, dasarnya adalah melihat core keilmuannya, bukan karena lebih cocok di FDKI. Jika inti keilmuannya Ushuluddin, maka tempatnya memang di FUSHA,” imbuhnya.

Meskipun demikian, Syukron tidak menampik bahwa transisi ini akan membutuhkan penyesuaian yang menyeluruh. “Kita mulai dari nol lagi. Namun, ini adalah proses yang wajar dan normal,” ujarnya. Penyesuaian ini mencakup kurikulum, layanan akademik, hingga adaptasi dengan kepemimpinan fakultas yang baru.

Sejumlah mahasiswa menyampaikan harapan besar agar proses transisi ini senantiasa memberikan ruang dialog dan pendampingan yang memadai, demi memastikan Prodi SAA dapat berkembang secara optimal di bawah naungan fakultas barunya. Pemekaran ini merupakan langkah strategis dalam penguatan institusi, namun keberhasilannya akan sangat bergantung pada kesiapan seluruh elemen kampus untuk beradaptasi dan bersinergi secara maksimal ke depan.

Penulis: Ahsanul Umam

Editor: Kangipul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *