Beranda / Wakil Ketua DPRD Kalbar Dukung Program Gen-Desa, Ingatkan Pentingnya Sinkronisasi

Wakil Ketua DPRD Kalbar Dukung Program Gen-Desa, Ingatkan Pentingnya Sinkronisasi

LINTAS PONTIANAK — Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, H. Nofal Nofiendra, S.H., menyambut baik kehadiran Generasi Desa (Gen-Desa), sebuah organisasi yang mengusung misi pemberdayaan ekonomi desa melalui pendekatan berbasis data dan kelembagaan.

Menurut Nofal, inisiatif tersebut merupakan angin segar di tengah tantangan pembangunan desa yang masih kerap terhambat oleh kurangnya kapasitas dan pemetaan potensi lokal.

Hal ini disampaikan Nofal usai menerima audiensi Ketua Gen-Desa, Angga Ariska, di ruang kerjanya, Senin, 23 Juni 2025. Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam itu, Angga menjabarkan lima subprogram utama Gen-Desa, mulai dari pendataan dan pemetaan potensi desa, penyusunan studi kelayakan koperasi, promosi digital produk unggulan, peningkatan mutu produk, hingga sistem monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

BACA JUGA: Wagub Kalbar Sidak Gudang Oli Palsu di Kubu Raya: Jangan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

“Tujuan kami menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa, terutama melalui data yang akurat dan pendampingan kelembagaan yang berkelanjutan,” kata Angga.

Respons positif datang dari Nofal, yang menyebut bahwa banyak desa di Kalbar masih kekurangan dukungan teknis untuk mengelola potensi wilayahnya secara optimal.

Ia mengisahkan pengalamannya saat berdialog dengan beberapa kepala desa, yang menurutnya belum sepenuhnya memahami kekayaan sumber daya yang dimiliki daerah mereka.

“Ada yang masih bingung saat ditanya potensi desanya. Ini menunjukkan perlunya intervensi dari pihak yang memang fokus mendampingi seperti Gen-Desa,” ujarnya.

Kendati demikian, politisi Partai Demokrat itu mengingatkan pentingnya koordinasi antarlembaga agar program Gen-Desa tidak tumpang tindih dengan inisiatif pemerintah pusat maupun daerah yang sudah berjalan, seperti program Koperasi Merah Putih.

“Jangan sampai niat baik justru menimbulkan duplikasi program. Gen-Desa harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan OPD dan pendamping resmi dari pemerintah agar bisa saling melengkapi,” tegasnya.

BACA JUGA: Warga Desa Pasak Antusias Ikuti Seminar Keuangan Digital Bersama STEI Abdussalam

Nofal menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program Gen-Desa, asalkan prosesnya sejalan dengan regulasi dan mekanisme kelembagaan yang ada. Ia mendorong organisasi tersebut segera menjalin komunikasi intensif dengan dinas teknis seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Dinas Koperasi.

“Kalau mau masuk ke ranah desa, pastikan semua sesuai aturan. Saya siap bantu fasilitasi selama tujuannya memang untuk memperkuat desa dari dalam,” ujar Nofal.

Audiensi ini diakhiri dengan kesepahaman awal bahwa kolaborasi antara DPRD, OPD, dan organisasi masyarakat sipil seperti Gen-Desa menjadi kunci bagi terwujudnya desa-desa yang mandiri dan berdaya saing di Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *