PONTIANAK – Sebuah video yang menampilkan pernyataan Bupati Kubu Raya, Sujiwo, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sabtu, 29/3/2025, khususnya TikTok. Video yang diunggah oleh akun Kalbarpunyacerita0 tersebut memperlihatkan Sujiwo berbicara mengenai adanya oknum wartawan dan LSM yang diduga melakukan intimidasi terhadap pihak pemerintah desa.
Dalam video tersebut, Sujiwo menegaskan bahwa negara ini adalah negara hukum. Ia menyatakan bahwa wartawan dan LSM seharusnya menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan pembangunan, bukan justru mencari-cari kesalahan dengan tujuan tertentu.
“Termasuk laporan teman-teman, misalnya ada oknum wartawan, ada oknum LSM, ketika mereka melakukan intimidasi, kemudian mereka mencari-cari kesalahannya, kemudian cari di ujung-ujungnya ada sesuatu. Saya katakan, negara kita negara hukum. Harusnya wartawan, LSM, semua pihak itu menjadi mitra kita,” ujar Sujiwo dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jika ada bukti mengenai dugaan intimidasi tersebut, dirinya tidak akan segan melaporkannya kepada pihak berwenang. Sujiwo juga meminta para kepala desa untuk bekerja dengan baik dan transparan dalam pengelolaan keuangan desa.
“Saya mau seluruh Kepala Desa kerja dengan tenang, kerja dengan aman. Tetapi dengan syarat, Kepala Desa juga harus melakukan kerja-kerja dengan baik,” tambahnya.
Sebagai langkah penguatan, Sujiwo menyatakan akan menggandeng berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, guna mendukung percepatan pembangunan di daerah. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dengan aparat keamanan sangat penting dalam menciptakan stabilitas dan memastikan kelancaran pembangunan di tingkat desa.
Pernyataan ini menuai beragam respons dari beberapa media online, baik yang mendukung maupun yang mempertanyakan lebih lanjut mengenai isu yang disampaikan oleh Bupati Kubu Raya tersebut.
