Beranda / Tim Psikologi Biro SDM Polda Kalbar Lakukan Trauma Healing Terhadap Korban Kekerasan Seksual di Singkawang

Tim Psikologi Biro SDM Polda Kalbar Lakukan Trauma Healing Terhadap Korban Kekerasan Seksual di Singkawang

SINGKAWANG – Tim Psikologi Biro SDM Polda Kalbar yang dipimpin oleh Kabag Psikologi Biro SDM AKBP Teguh, telah tiba di wilayah hukum Polres Singkawang dan memulai kegiatan trauma healing pada Rabu (25/9). Tim ini diutus langsung oleh Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto, untuk memberikan pendampingan kepada Anak O, korban tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak.

Kegiatan trauma healing ini berlangsung di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Singkawang. Dalam pernyataan resminya kepada awak media, Kabidhumas Polda Kalbar Kombespol Petit Wijaya menyampaikan bahwa tim Psikologi Biro SDM Polda Kalbar telah melakukan assessment awal terhadap korban guna memahami kondisi psikologisnya saat ini.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan penanganan yang tepat agar kondisi psikologis korban dapat pulih pasca kejadian yang menyebabkan trauma,” ungkap Petit.

Trauma healing ini merupakan bentuk pelayanan Polda Kalbar terhadap masyarakat yang menjadi korban kejahatan, khususnya dalam hal pemulihan psikologis. “Proses terapi dan pendampingan ini diharapkan bisa memulihkan kondisi psikologis korban sehingga dapat kembali normal,” tambahnya.

Berdasarkan hasil assessment awal, korban, Anak O, masih merasa nyaman hanya bersama ibu atau bibinya, dan belum banyak berinteraksi dengan orang yang baru dikenalnya. Oleh karena itu, pendampingan dilakukan dengan kehadiran orang terdekat, khususnya bibi korban.

“Kami berharap, dengan terapi dan trauma healing yang kami lakukan, korban bisa segera pulih. Dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat sangat diperlukan untuk mempercepat pemulihannya,” pungkas Petit.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab kepolisian dalam memberikan perlindungan dan layanan pemulihan psikologis bagi korban kejahatan di wilayah Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *