LINTAS PONTIANAK — Komitmen untuk memperluas jaringan akademik dan mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi ekonomi Islam kembali ditunjukkan oleh Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Abdussalam Kubu Raya. Pada Selasa, 2 Juli 2025, lembaga pendidikan tinggi ini secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Acara penandatanganan berlangsung di kampus UNISSAS dengan suasana yang khidmat dan penuh semangat kolaboratif. Hadir dalam kesempatan tersebut pimpinan dari kedua institusi, Rektor UNISSAS, Dr. H. Arnadi, M.Pd, Ketua STEI Abdussalam Dr. Hafidloh, S.EI., M.M. dan dosen beserta staf akademik yang menyaksikan langsung momen bersejarah bagi penguatan kemitraan antarperguruan tinggi berbasis nilai-nilai Islam.
BACA JUGA: Indeks Menabung Konsumen Juni 2025 Menguat, Optimisme Ekonomi Rumah Tangga Meningkat
Kerja sama ini mencakup pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, yang diharapkan bisa memberi dampak nyata bagi pengembangan wilayah, khususnya di kawasan perbatasan Kalimantan Barat.

Rektor UNISSAS, Dr. H. Arnadi, M.Pd., dalam sambutannya menyambut hangat kehadiran delegasi dari STEI Abdussalam. Ia menyebut kerja sama ini bukan hanya bentuk administratif, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem keilmuan ekonomi Islam yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA: Hari Bhayangkara ke-79: Wali Kota Pontianak Harap Sinergi Polri-Pemkot Wujudkan Kota yang Kondusif
“Kami meyakini bahwa kolaborasi dengan STEI Abdussalam akan membuka peluang besar untuk pengembangan keilmuan ekonomi Islam yang kontekstual dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Ini bukan sekadar hitam di atas putih, tapi pijakan awal membangun peradaban ilmiah di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua STEI Abdussalam Kubu Raya, Dr. Hafidloh, S.EI., M.M., juga menyampaikan optimisme tinggi atas kerja sama yang baru terjalin. Menurutnya, sinergi ini akan memperkuat kapasitas kelembagaan dan mendorong terciptanya inovasi dalam dunia pendidikan tinggi Islam.
“Kami melihat UNISSAS sebagai mitra yang memiliki visi dan semangat yang sama. Harapannya, kerja sama ini tak hanya berhenti di MoU, tapi melahirkan program-program konkret, baik di bidang akademik maupun sosial kemasyarakatan,” tutur Dr. Hafidloh.

Ke depan, kedua institusi berkomitmen untuk merealisasikan berbagai inisiatif bersama, mulai dari pertukaran dosen dan mahasiswa, seminar nasional, hingga penelitian kolaboratif yang menyasar isu-isu kontemporer.
Langkah ini diharapkan bisa memperkuat posisi perguruan tinggi Islam sebagai aktor strategis dalam pembangunan daerah, khususnya di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Kerja sama antara STEI Abdussalam dan UNISSAS menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas kampus bukan hanya soal peningkatan akademik, tapi juga tentang membangun masa depan pendidikan Islam yang inklusif, progresif, dan berdampak luas.
