LANDAK – Ratusan pencinta motor trabas dari berbagai kabupaten di Kalimantan Barat berkumpul dalam ajang TRIAD (Trail Adventure) Ride & Camp Riam Dait yang berlangsung pada 22-23 Februari 2025. Acara ini diselenggarakan di Air Terjun Riam Dait, yang terletak di Dusun Engkitip, Desa Skendal, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak.
Berbagai komunitas motor trail bergabung dalam acara ini sebagai bentuk kepedulian terhadap wisata alam Riam Dait yang dinilai kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, baik di tingkat daerah maupun provinsi. Para peserta berharap dengan adanya kegiatan ini, daya tarik wisata Riam Dait dapat kembali hidup dan lebih terkelola dengan baik.
Selain menikmati perjalanan penuh tantangan menuju lokasi, para peserta juga menggelar berbagai kegiatan seperti Enduro, Camping, dan hiburan di sekitar kawasan air terjun yang terkenal dengan keindahannya. Acara ini berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan antusiasme dari para pencinta motor trabas.
Ketua Koordinator TRIAD Ride & Camp Riam Dait, Romi Arka, mengapresiasi antusiasme para peserta serta kepedulian mereka terhadap kelestarian wisata alam Riam Dait khususnya dan umumnya Kalimantan Barat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada komunitas pencinta motor trabas yang telah turut memeriahkan acara serta mempererat tali silaturahmi antaranggota komunitas.

Namun, dalam kesempatan tersebut, Romi juga menyoroti permasalahan lingkungan di kawasan wisata Air Terjun Riam Dait yang diakibatkan oleh aktivitas pertambangan emas ilegal (PETI) yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Selain itu, ia juga mengkritisi akses jalan menuju Riam Dait yang masih kurang diperhatikan oleh pemerintah, sehingga wisatawan enggan mengunjungi lokasi tersebut.
Ketua Wana Adventure Ngabang, Adi Ginting, juga turut menyampaikan pesan kebersamaan dalam pertemuan komunitas yang hadir di acara TRIAD Ride & Camp Riam Dait. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan mempererat tali silaturahmi. Dengan penuh semangat, ia mengucapkan salam khas daerah, “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata, Arus … Arus…Arus”, yang berarti Adil kepada sesama manusia, bercermin ke surga, dan napas hidup berasal dari Tuhan.
Adi Ginting juga mengajak seluruh pencinta motor trabas untuk terus menjaga kesehatan agar tetap bisa menikmati berbagai kegiatan di alam bebas. “Kita semua, terutama dari Kalimantan Barat, harus tetap menjaga kondisi tubuh dan kebersamaan,” ujarnya.
Di akhir acara, Adi Ginting dan seluruh peserta mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang hadir dan berkontribusi dalam menjaga kebersamaan serta melestarikan wisata alam Riam Dait. Acara ini juga menjadi ajang menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Turut hadir dalam acara ini, Arief Rinaldi, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Dalam kesempatanya, ia menyoroti keindahan Riam Dait yang memiliki tujuh tingkat air terjun yang menawan. Namun, ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap aktivitas pertambangan liar yang merusak lingkungan sekitar. “Semoga para pelaku penambangan ilegal ini dapat ditemukan dan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” harapnya.
Dengan terselenggaranya TRIAD Ride & Camp Riam Dait 2025, diharapkan wisata alam ini semakin dikenal luas dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah maupun masyarakat untuk menjaga kelestariannya.
