Beranda / Presiden Prabowo Tanggapi Bijak Usulan Purnawirawan TNI Tuntut Gibran Diganti, Ini Kata Wiranto!

Presiden Prabowo Tanggapi Bijak Usulan Purnawirawan TNI Tuntut Gibran Diganti, Ini Kata Wiranto!

JAKARTA – Penasihat Khusus Presiden bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (HOR) (Purn) Prabowo Subianto, menghormati delapan poin tuntutan yang diajukan oleh Forum Purnawirawan TNI.

Hal itu disampaikan Wiranto melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, usai bertemu langsung dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 23/4/2025 sore.

Dalam pernyataan resminya, Wiranto menjelaskan bahwa sebagai penasihat presiden, ia umumnya tidak menyampaikan isi pembicaraan pribadi dengan kepala negara kepada publik. Namun, khusus untuk kali ini, ia mendapat izin untuk mengungkapkan sikap Presiden terhadap pernyataan Forum Purnawirawan yang kini telah tersebar luas di media sosial dan publik.

“Surat usulan atau saran dari Forum Purnawirawan TNI itu disampaikan secara terbuka, ditandatangani oleh para jenderal dan kolonel. Presiden menghormati dan memahami pikiran-pikiran itu,” ujar Wiranto.

Wiranto menegaskan bahwa Prabowo, sebagai bagian dari kalangan purnawirawan, memahami betul semangat dan nilai-nilai moral yang dikedepankan oleh Forum tersebut.

Ia menyebut, kedekatan emosional dan sejarah perjuangan bersama membuat Presiden tidak memandang enteng masukan yang diberikan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa posisi Presiden tidak memungkinkan untuk memberikan respons secara spontan.

“Presiden perlu mempelajari isi dari usulan tersebut. Itu bukan masalah ringan, tapi menyangkut isu-isu fundamental,” jelas Wiranto.

Ia menambahkan bahwa dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang menganut prinsip trias politika, kekuasaan Presiden tidaklah absolut.

“Ada batas kewenangan. Presiden tidak bisa mencampuri ranah legislatif maupun yudikatif,” lanjutnya.

Selain itu, Wiranto menekankan bahwa setiap kebijakan Presiden tidak ditentukan hanya berdasarkan satu sumber masukan saja. Presiden, katanya, mendengarkan berbagai pihak sebelum mengambil keputusan strategis demi kepentingan nasional yang lebih luas.

Wiranto juga menepis anggapan bahwa Presiden diam atau menghindari tanggapan terhadap usulan Forum. Ia menyebut bahwa Presiden memilih untuk tidak terburu-buru agar suasana tetap kondusif dan tidak menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat.

“Presiden berpesan agar masyarakat tidak terjebak dalam perdebatan yang memecah belah. Perbedaan pandangan itu wajar, namun jangan sampai justru menimbulkan kegaduhan yang mengganggu keharmonisan bangsa,” ujar Wiranto.

Menanggapi salah satu poin tuntutan Forum yang menyuarakan perlunya perombakan (reshuffle) kabinet, Wiranto tidak memberikan jawaban langsung. Ia hanya menegaskan bahwa segala keputusan tetap berada di tangan Presiden, dan akan dipertimbangkan secara menyeluruh.

Sementara itu, saat ditanya mengenai kepergian Presiden Jokowi ke Vatikan dalam misi khusus negara, Wiranto menolak mengaitkannya dengan isu yang dilontarkan oleh Forum Purnawirawan TNI.

“Pertanyaan itu di luar konteks pembahasan,” singkatnya.

Menutup pernyataannya, Wiranto mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam konflik wacana. Ia mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi berbagai tantangan bangsa saat ini.

“Bangsa ini harus berani. Berani menghadapi tantangan, rintangan, dan ancaman. Hanya dengan keberanian dan persatuan, kita bisa melangkah maju,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *