Opini: Musanadah
Dosen Pengampuh: Dr. KH. Muhammad Husni, M. Pd
PONTIANAK. Aku tidak tahu apa yang ingin kukatakan di sini. Aku semakin tidak fokus dalam mengerjakan tugas kuliahku akibat perselisihan dalam rumah tangga kami. Hal ini akhirnya menjadi kendala besar dalam menjalankan kewajiban kuliah.
Perselisihan tiada akhir ini telah terjadi sejak awal pernikahan hingga saat ini. Rintangan yang selalu menghalangi jalan hidupku semakin sulit untuk kulalui. Namun, aku selalu menjalaninya dengan sekuat tenaga agar bisa segera mencapai akhir. Rasanya sangat sulit untuk dilalui, tetapi seberat apa pun perjalanan hidupku, aku harus tetap melaluinya, meski tersendat.
Satu-satunya jalan yang harus ditempuh hanyalah satu jalan saja. Sebesar apa pun rintangannya, aku harus mampu melewatinya. Jarak yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu satu jam saja terkadang bisa memakan waktu dua hingga tiga jam untuk sampai ke tujuan. Aku telah menjalani ini setiap hari sejak tahun 2000 hingga tahun 2025. Perjalanan sejauh ini bagiku tidaklah mudah, tetapi kami tetap mampu melewatinya hingga saat ini.
Di usia paruh baya ini, aku hanya merasakan kelelahan yang menumpuk selama puluhan tahun. Aku tidak segera beristirahat untuk merilekskan badan, sehingga tanpa kusadari, kejadian yang selama ini kuabaikan telah mengganggu pikiranku. Akhirnya, pola pikirku sebagai seorang wanita sekaligus ibu dari tiga anak menjadi sangat terbebani oleh berbagai permasalahan, baik dari luar maupun dari dalam.
Seharusnya, aku mampu mengembangkan pola pikir yang lebih baik, tetapi daya pikirku semakin melemah. Otakku tidak dapat berfungsi secara normal. Itulah yang aku alami sejauh ini. Setiap langkah dalam perjalanan hidupku selalu menghadapi rintangan yang harus diseberangi. Kadang ringan, kadang berat. Namun, aku tetap harus bertahan demi keselamatan diri dan agar dapat mencapai tujuan.
Itulah yang aku alami selama menjalani kehidupan baru dalam rumah tanggaku. Jadi, jika aku terlambat mengerjakan tugas, aku mohon maaf. Semoga ada solusi untukku.
