PONTIANAK – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Barat mengadakan kegiatan sosialisasi dan edukasi perpajakan khusus bagi para pengusaha kratom di aula Sungai Melawi Kanwil DJP Kalimantan Barat.
Kratom, sebagai salah satu komoditas unggulan Kalimantan Barat, memiliki peran penting dalam pasar global. Dengan negara tujuan ekspor seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Asia, permintaan terhadap kratom terus meningkat.
Hal ini membuka peluang besar bagi peningkatan jumlah ekspor sekaligus menambah potensi penerimaan perpajakan di wilayah tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh para pengusaha kratom dan berbagai pihak terkait, termasuk Asosiasi Pengusaha Kratom Kalimantan Barat.
Acara ini merupakan kolaborasi antara Kanwil DJP Kalimantan Barat dengan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Barat, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Ekspor, dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Barat. Senin, 9/12/2024

Kepala BIN Daerah Kalimantan Barat Brigjen Pol. Yusup Saprudin, Irwasda Polda Kalimantan Barat Kombespol Sigit Jatmiko, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Taufik Ismail, serta Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Eko Darmawansyah turut hadir dalam kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJP Kalimantan Barat, Inge Diana Rismawanti, menegaskan pentingnya edukasi perpajakan bagi para pelaku usaha.
“Kami ingin para peserta memahami kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi. Jika semua pihak saling mendukung, kita dapat membantu negara dalam mengumpulkan dana untuk berbagai program pembangunan, seperti di sektor perekonomian dan ketahanan pangan,” ungkapnya.
Inge juga menekankan bahwa 82% penerimaan negara berasal dari pajak. Oleh karena itu, kontribusi dari sektor-sektor usaha, termasuk kratom, sangat diharapkan untuk mendukung keberlanjutan pembangunan.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman perpajakan tetapi juga membantu usaha para peserta menjadi lebih lancar, sehingga penerimaan pajak, baik di daerah maupun pusat, bisa meningkat,” tambah Inge.
Sebagai bentuk pelayanan tambahan, Kanwil DJP Kalimantan Barat menyediakan booth konseling untuk membantu peserta yang ingin berkonsultasi, mendaftar NPWP, atau membuat kode billing. Fasilitas ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti sosialisasi hingga selesai.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen DJP untuk terus mendukung pertumbuhan sektor ekonomi, termasuk kratom, yang memiliki potensi besar dalam mendukung penerimaan negara. (Bella)
