Beranda / Klaim Kemenangan DIA di Pilgub Sulsel: 1,6 Juta Suara Diduga Palsu

Klaim Kemenangan DIA di Pilgub Sulsel: 1,6 Juta Suara Diduga Palsu

MAKASSAR – Tim hukum pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto – Azhar Arsyad (DIA), mengungkap dugaan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) pada Pilkada Gubernur Sulawesi Selatan 2024.

Juru bicara pasangan DIA, Asri Tadda, menyatakan bahwa tim hukum menemukan adanya tanda tangan palsu di hampir semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sulawesi Selatan.

“Kami menemukan antara 90 hingga 130 tanda tangan palsu di setiap TPS. Jika dirata-rata, sekitar 110 tanda tangan palsu per TPS dari total 14.548 TPS di Sulsel. Ini berarti ada 1.600.280 tanda tangan palsu,” ujar Asri Tadda, Kamis (7/1/2024).

Asri menambahkan bahwa temuan ini akan dibawa ke Mahkamah Konstitusi untuk membuktikan kecurangan tersebut.

“Angka 1.600.280 tanda tangan palsu ini kami sebut sebagai ‘suara siluman’. Kami siap menunjukkan bukti ini di hadapan majelis hakim Mahkamah Konstitusi,” tegasnya.

Dugaan kecurangan TSM tersebut, menurut Asri, dapat dianalisis melalui dua pendekatan: perbedaan partisipasi pemilih dan temuan tanda tangan palsu.

“Dari pendekatan partisipasi, kami menemukan bahwa undangan memilih hanya diterima sekitar 50% dari Daftar Pemilih Tetap (DPT), seperti yang juga diungkapkan oleh KPU Sulsel pada 4 Desember 2024,” jelasnya.

Selain itu, tim DIA juga menemukan rata-rata sembilan orang per TPS tidak hadir karena masalah jarak, yang berarti sekitar 1,96% dari total DPT.

“Ini menunjukkan realisasi pemilih hanya 48,04%, sedangkan KPU menyatakan partisipasi mencapai 71,8%. Selisih 23,76% atau sekitar 1.587.360 suara adalah suara tidak bertuan,” paparnya.

Pendekatan kedua, yaitu tanda tangan palsu, mengungkapkan bahwa ada sekitar 110 tanda tangan palsu per TPS, yang jika dijumlahkan mencapai 1.600.280 tanda tangan palsu di seluruh Sulsel.

Kedua pendekatan ini menghasilkan angka yang hampir sama, menegaskan adanya kecurangan yang signifikan.

“Jika suara dari pasangan calon nomor 2, Andalan Hati, dikurangi dengan suara siluman ini, maka hasilnya hanya 1.587.360 suara. Ini berarti pasangan DIA adalah pemenang sesungguhnya,” kata Asri, menutup keterangannya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *