PONTIANAK. Pontianak, 15 Februari 2025 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Teknik Cabang Pontianak menggelar kegiatan DIKSI (Diskusi Intelektual) dengan agenda nonton bareng (nobar) film Lafran Pane yang dilanjutkan dengan diskusi dan follow up materi sejarah HMI. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 15 Februari 2025, bertempat di Kafe 1/2 Kopia Tiam, Jalan Sepakat 2, Pontianak.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri Syaiful, S.Ag., yang merupakan Instruktur HMI Cabang Pontianak. Pengurus, dan anggota Komisariat Teknik Cabang Pontianak, bertujuan memperkuat pemahaman sejarah organisasi dan meneladani perjuangan pendiri HMI, Lafran Pane.
Ketua HMI Komisariat Teknik Cabang Pontianak, Kanda Dwi Lintang Wahyudi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya memahami sejarah HMI sebagai landasan perjuangan kader.
“DIKSI ini bukan sekadar acara nobar, tetapi ruang intelektual untuk mengenal lebih dalam sosok Lafran Pane dan perjalanan panjang HMI. Harapannya, kader HMI mampu meneladani nilai perjuangan dan memperkuat peran intelektual di tengah masyarakat,”ujar Kanda Dwi Lintang Wahyudi.

Usai pemutaran film, sesi diskusi dipandu oleh Syaiful, S.Ag. Dalam paparannya, ia membahas perjalanan sejarah HMI sejak didirikan oleh Lafran Pane pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta, serta peran HMI dalam dinamika perjuangan bangsa.
“HMI adalah organisasi kader yang berlandaskan keislaman dan keindonesiaan. Meneladani Lafran Pane berarti terus mengasah intelektualitas dan menjaga semangat perjuangan di tengah zaman yang terus berubah,” ungkap Syaiful.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Peserta antusias menyampaikan pandangan mereka tentang makna perjuangan HMI di era saat ini. Salah satu peserta, Kanda Nabiel, mengaku terinspirasi oleh sosok Lafran Pane dan diskusi yang diberikan.
“Saya jadi lebih memahami perjuangan pendiri HMI. Kegiatan seperti ini mengingatkan kita bahwa menjadi kader HMI adalah bagian dari perjalanan intelektual dan spiritual,”ujarnya.
Acara DIKSI ini ditutup dengan foto bersama dan harapan agar diskusi intelektual seperti ini terus menjadi tradisi di HMI Cabang Pontianak. Selain memperkuat wawasan sejarah, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang siap menjadi penerus perjuangan dengan semangat keislaman dan keindonesiaan.
