Beranda / Drama OTT Kalsel: Antara Paman Birin, Haji Isam, dan Media yang Bikin Geleng-Geleng

Drama OTT Kalsel: Antara Paman Birin, Haji Isam, dan Media yang Bikin Geleng-Geleng

LINTAS NEWS – Hari ini, 10 Oktober ada dua peristiwa ditunggu publik. Pertama, sidang PTUN terhadap gugatan PDIP. Kedua, Timnas senior vs Bahrain. Sambil menunggu dua momen mendebarkan itu, ada baiknya melihat kelanjutkan kasus OTT KPK di Kalsel.

Kasus OTT KPK di Kalsel sudah seperti drama Korea tiada akhir. Penuh intrik, kejutan, dan kadang bikin geleng-geleng kepala. Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, alias Paman Birin, telah ditetapkan sebagai tersangka. Tapi, tunggu dulu! Kita dihadapkan pada situasi di mana Haji Isam, si crazy rich yang mungkin sudah membangun menara dari uangnya, terlihat seolah-olah juga ikut tersangka.

Saat saya membaca berita, seketika saya hampir terkecoh. Judul berita seperti “Profil Sahbirin Noor, Gubernur Kalsel dan Paman Haji Isam Kini jadi Tersangka KPK” dari Bisnis.com, membuat saya berpikir, “Wah, Haji Isam juga terlibat?! Apa dia bawa duit dari pertemuan arisan?” Berita lain dari Tempo.co juga tidak kalah memusingkan, “Profil Sahbirin Noor, Gubernur Kalimantan Selatan dan Paman Haji Isam yang Ditetapkan jadi Tersangka KPK.” Oke, di sini semua orang jadi tersangka. Sepertinya semua orang di Kalsel sedang bersiap menjadi bintang reality show.

Tapi, sebelum seruput kopi, mari kita klarifikasi. Haji Isam bukan tersangka. Yang ada adalah Paman Birin. Mungkin sekarang sedang mikirin cara agar bisa kabur dari keributan ini. Kenapa bisa begitu? Ya, karena KPK tidak pernah menyebutkan nama Haji Isam dalam beritanya. Luar biasa! Seolah-olah media sudah berkomplot untuk menjebak kita semua dalam labirin berita yang membingungkan.

Nah, mari kita lihat isi berita ini. Sahbirin Noor resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Dengan tuduhan menerima aliran dana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di Pemprov Kalsel. Lima atau enam orang lainnya juga ikut tersangkut. Semuanya ditangkap saat operasi OTT yang berlangsung pada Minggu, 6 Oktober 2024.

Berita bagusnya, Paman Birin belum ditangkap. Kenapa? Karena saat uang suap itu ditangkap, dia belum sempat mengambilnya. Bisa dibayangkan betapa dramatisnya saat dia berlari sambil berdoa, “Tolong ya, uang itu jangan sampai sampai ke tanganku. Lebih baik ke tangan orang kepercayaanku!” Ternyata, doanya dikabulkan! Berkat kecepatan KPK, Paman Birin bisa merayakan kemenangan kecilnya.

Menurut Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, ada fee sebesar 2,5% untuk PPK dan 5% untuk Sahbirin. Saya hanya bisa membayangkan, “Wow, betapa profesionalnya sistem suap di Kalsel!” Mungkin mereka harus mengeluarkan buku panduan tentang cara menjadi koruptor yang efisien.

Berbicara tentang enam orang tersangka lainnya, mereka semua mulai dari Kadis PUPR hingga pengurus Rumah Tahfidz. Entah bagaimana terjerat dalam skandal ini. Mungkin mereka berpikir, “Oh, kita hanya bantu-bantu di sini!” Ironisnya, mereka tidak menyadari bahwa sudah terlibat dalam permainan tingkat tinggi dengan KPK sebagai dealer.

Di tengah kebingungan ini, saya hanya bisa tertawa. Berharap, Haji Isam tidak tiba-tiba muncul di layar televisi dengan judul “Paman Haji Isam yang Terpeleset Masuk dalam Jerat KPK.” Sebab, siapa tahu, mungkin drama ini masih akan berlanjut! Mau hati-hati baca berita, jangan sampai terkecoh.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *