Makassar — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat (GR) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Makassar, Senin, 18 Agustus 2025. Agenda ini membahas langkah strategis untuk menindaklanjuti hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerakan Rakyat yang digelar beberapa waktu lalu.
Rakor dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Gerakan Rakyat. Suasana kebersamaan terasa kuat dengan hadirnya puluhan pengurus, Dewan Pakar, serta Dewan Penasehat DPW GR Sulsel. Rapat berlangsung hingga menjelang Magrib.
Ketua DPW GR Sulsel, Asri Tadda, dalam sambutannya memaparkan perkembangan organisasi masyarakat (ormas) berwarna khas jingga tersebut. Ia menyebut Gerakan Rakyat kini telah hadir di 22 kabupaten/kota se-Sulsel, meski baru tujuh daerah yang merampungkan Musyawarah Daerah (Musda).
“Alhamdulillah, GR sudah hadir di 22 kabupaten/kota se-Sulsel. Namun, baru tujuh daerah yang tuntas melaksanakan Musda. Kita perlu percepatan hingga ke tingkat DPC di setiap kecamatan,” ujar Asri.

Selain memperluas struktur organisasi, Asri juga mengungkapkan rencana pembentukan partai politik baru yang akan berjalan paralel dengan ormas Gerakan Rakyat. Ia menegaskan, ormas GR tidak akan bertransformasi menjadi partai politik, melainkan tetap berjalan berdampingan.
“Ormas GR tidak berubah menjadi parpol. Yang benar adalah, kita juga akan membentuk partai politik yang berjalan beriringan dengan ormas ini untuk menjemput Pemilu 2029,” jelas Asri, yang juga mantan Juru Bicara TKD AMIN Sulsel pada Pilpres 2024.
Menurutnya, strategi ini diambil agar seluruh elemen pendukung agenda perubahan yang dibawa Anies Baswedan tetap bisa terwadahi. Termasuk bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri, dan TNI yang secara aturan tidak diperbolehkan terjun ke politik praktis.
“Bagi mereka, ormas GR menjadi wadah untuk tetap berkontribusi dalam perjuangan perubahan tanpa melanggar aturan,” tegas Asri.
Lebih jauh, DPW GR Sulsel juga berencana memperkuat peran Dewan Pakar dengan melibatkan akademisi dan kalangan intelektual yang konsisten mendukung agenda perubahan bangsa.
“Dewan Pakar akan kita perkuat dengan melibatkan sebanyak mungkin akademisi yang setia pada agenda-agenda perubahan bangsa. Ini juga akan menjadi nilai tambah bagi Gerakan Rakyat,” tambahnya.
Rakor turut dihadiri sejumlah pengurus, antara lain Wakil Ketua Bidang POK Fuad Kesuma Fikar, Wakil Ketua Bidang Koordinator Daerah A. Muh Idrus, Bendahara Umum Irma Effendy, Waksekum Bidang POK Rinaldi, serta Waksekum Humas, Media dan Digital Rury Asri, bersama jajaran pengurus.
