Beranda / KAMAKSI: Pidato Prabowo Tonggak Menuju Tatanan Masyarakat Pancasilais

KAMAKSI: Pidato Prabowo Tonggak Menuju Tatanan Masyarakat Pancasilais

logispost.com/ — Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (2/6), di Jakarta, mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari Ketua Umum DPP KAMAKSI (Kaukus Muda Anti Korupsi), Joko Priyoski yang juga dikenal sebagai Aktivis 98.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia memperingatkan agar Pancasila tidak hanya dijadikan slogan kosong tanpa makna.

“Jangan Pancasila menjadi mantra, jangan Pancasila menjadi slogan. Kekayaan bangsa Indonesia besar. Kekayaan bangsa Indonesia harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Semua penyelewengan, semua kebocoran harus berhenti,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden juga menyoroti bahwa banyak persoalan nasional, seperti korupsi, penyelewengan kekuasaan, dan ketimpangan sosial, berakar dari kegagalan penerapan Pancasila dalam praktik pemerintahan. Karena itu, ia menginstruksikan seluruh pejabat negara untuk kembali memegang teguh nilai-nilai luhur warisan para pendiri bangsa.

Joko Priyoski menyambut baik pidato tersebut dan menyebutnya sebagai “tonggak penting menuju pembentukan tatanan masyarakat Pancasilais yang sejati.”

“Pidato Presiden Prabowo ini bukan sekadar seremoni. Ada semangat dan keseriusan yang nyata untuk membenahi arah bangsa ini. Di tengah maraknya ideologi transnasional, kebocoran anggaran, mafia jabatan, dan tantangan global, Presiden hadir dengan suara tegas dan komitmen kuat,” ujar Jojo, sapaan akrab Joko Priyoski.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa KAMAKSI tetap akan berada dalam posisi kritis-kooperatif, mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat namun tak segan mengkritisi penyimpangan.

“Kami mendukung penuh semangat Presiden. Tapi kami juga siap mengingatkan bila ada kebijakan atau perilaku pejabat yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Asta Cita. Seperti yang dikatakan Presiden, pejabat yang tidak becus kerja, lebih baik mundur saja,” tegas Jojo.

Dengan semangat Hari Lahir Pancasila, KAMAKSI menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal pemerintahan, memperjuangkan keadilan sosial, dan memastikan kekayaan bangsa tidak hanya dinikmati segelintir elite, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *