Tugas Opini: Intan Balqis Humairah (241840101088)
Dosen Pengampu : Dr. Muhammad Husni, M.Pd.I
PONTIANAK- Pendidikan adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Namun, dalam era teknologi informasi yang terus berkembang, kita dihadapkan pada tuntutan untuk mengintegrasikan inovasi teknologi ke dalam sistem pendidikan khususnya pada pendidikan islam.
Kemajuan teknologi yang begitu pesat dapat menimbulkan kehawatiran tentang nilai-nilai agama. Ditengah kehawatiran tentang kemajuan teknologi tersebut proses pembelajaran agama tidak dapat diabaikan. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan relevan terhadap generasi muda.
Salah satu manfaat utama dari mengintegrasikan teknologi ke dalam pendidikan isalam adalah aksesibilitas dan moralitas. Teknologi memungkinkan kita untuk menyediakan sumber daya pendidikan islam secara online, memungkinkan siswa untuk belajar di mana saja dan kapan saja dengan mengedepankan nilai-nilai ajran islam dengan norma-norama keislaman.
Hal ini tidak hanya memberikan fleksibilitas bagi siswa, tetapi juga membantu mengatasi disparitas aksesibilitas pendidikan islam di berbagai wilayah.
Selain itu, teknologi juga memungkinkan personalisasi pembelajaran. Dengan adopsi sistem pembelajaran adaptif, kita dapat mengidentifikasi kebutuhan belajar masing-masing siswa dan menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan yang tidak keluar dari nilainilai keislaman. Ini tidak hanya membantu siswa untuk berkembang pada tingkat mereka sendiri, tetapi juga memotivasi mereka dengan memberikan tantangan yang sesuai dengan kemampuan individu serta menjaga norma-norma agama yang berlaku.
Namun, tidak bisa dipungkuri juga bahwa teknologi ibarat pisau bermata dua, apabila digunakan pada tempatnya akan memberikan banyak manfaat namun sebaliknya jika digunakan dalam hal negatif akan menghasilkan negatif pula, jadi di tengah semua potensi positif adanya teknologi tersebut, kita juga harus mempertimbangkan risiko dan tantangan yang terkait dengan penggunaan teknologi.
Penyalahgunaan atau ketergantungan pada teknologi dapat mengakibatkan isolasi sosial dan kurangnya keterampilan sosial di kalangan siswa serta dapat mempengaruhi prilaku moralitas siswa. Oleh karena itu, perlu ada pendekatan seimbang yang memadukan teknologi dengan interaksi sosial keagamaan dan pembelajaran langsung dengan menggunakan pendekatan tauhid paradigma, yaitu kesatuan yang mengacu pada kemampuan dalam ketiga ranah pendidikan sekaligus, yaitu ranah kognetif, afektif, dan psikomotorik, dan mengarah pada daerah pendidikan, yakni akal, hati, dan jasmani.
Dalam menghadapi masa depan, pendidikan islam harus tetap beradaptasi dengan perubahan zaman dengan tetap mengedepankan norma agama sebagai pijakan dasar. Sistem pendidikan islam yang harus terbuka terhadap inovasi dan berani mengintegrasikan teknologi, hal ini dapat membentuk generasi yang siap menghadapi perubahan global.
Dengan menggabungkan kelebihan teknologi dengan prinsip-prinsip pendidikan islam yang kokoh, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang merangsang dan relevan bagi generasi mendatang yang memiliki intlektulitas dan moralitas yang tinggi. Selain orang tuan dan guru, peran penting setiap stake holder yang ada dilingkungan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mencerdaskan generasi yang cerdas dalam berteknologi.
Orang tua berperan dalam memberikan pemahaman yang baik kepada anak tentang risiko dan manfaat penggunaan teknologi serta melibatkan diri dalam mendidik literasi digital dan etika online. Selain itu melakukan pengawasan dan mengontrol waktu yang dihabiskan anak untuk menggunakan perangkat teknologi. Sementara itu, guru juga berperan dalam mencerdaskan siswa dan bijak dalam berteknologi dengan melakukan bimbingan dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran dan mengintegrasikan pembelajaran dengan teknologi secara efektif.
Adapun lingkungan juga berperan penting dalam mencerdaskan generasi yang cerdas berteknologi melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan di lingkungan tersebut dengan menyediakan infrastruktur teknologi yang baik dan aman serta memastikan perlindungan keamanan online, termasuk filter konten yang sesuai dengan norma-norma yang ada.
Melalui sinergi antara orang tua, guru, dan lingkungan tersebut dapat membentuk lingkungan yang mendukung, terinformasi, dan bertanggung jawab dalam mengontrol penggunaan teknologi oleh siswa yang dapat menggunakan teknologi yang bijak dan beretika yang sesuai dengan ajaran agama.
