LANDAK – Hujan deras yang mengguyur wilayah hukum Polsek Menyuke sejak pagi hari menyebabkan Sungai Menyuke meluap dan mengakibatkan banjir di beberapa desa. Banjir mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, dengan sejumlah wilayah terdampak mengalami genangan air yang bervariasi.
Daerah Terdampak Banjir
- Desa Kampet: Ketinggian air antara 10-20 cm, menggenangi jalan raya dan permukiman. Saat ini, air telah berangsur surut.
- Dusun Medang, Desa Padang Pio: Ketinggian air 10-30 cm. Genangan air sudah mulai surut dari jalan raya dan permukiman.
- Desa Tembawang Bale: Ketinggian air mencapai 50-90 cm. Debit air di wilayah ini masih meningkat, menggenangi jalan raya dan permukiman warga.
- Desa Songga, Dusun Songga: Ketinggian air 80-150 cm menutupi jalan raya dan permukiman. Debit air dilaporkan terus meningkat.
- Dusun Ansang, Desa Ansang: Ketinggian air tertinggi tercatat antara 100-200 cm. Banjir merendam jalan raya, permukiman, hingga fasilitas umum. Debit air di lokasi ini terus meningkat.
- Desa Darit dan Depan Mako Polsek Menyuke: Air dengan ketinggian 90-150 cm menutupi jalan raya dan permukiman warga. Debit air terus naik.
Banjir menyebabkan jalur transportasi antara Darit dan Bengkayang lumpuh. Genangan air yang tinggi membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Kondisi ini berdampak pada aktivitas warga dan distribusi logistik.
Kapolsek Menyuke, Ipda Aprianus Sabari Tampe, dalam keterangannya menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan instansi terkait. “Kami dari Polsek Menyuke terus memantau perkembangan banjir dan bersiap menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kami juga telah menyiapkan tempat pengungsian serta langkah evakuasi bagi warga yang terdampak,” ujarnya.
Masyarakat diminta tetap waspada dan siaga menghadapi potensi banjir susulan. Polsek Menyuke juga mengimbau agar warga mengikuti arahan petugas, mengutamakan keselamatan, dan segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat.

