PONTIANAK – Di tengah pesatnya modernisasi dan hiruk-pikuk kehidupan kota, sebuah oase seni dan budaya hadir sebagai penjaga tradisi di Pontianak. Sanggar Borneo Tarigas, yang berdiri sejak 2 Mei 2006, menjadi wadah bagi pelestarian seni dan budaya Dayak di Kalimantan Barat.
Berbekal alat-alat tradisional seperti gong, kanong, gendang, suling, dan sape, sanggar ini telah menjadi rumah bagi para pecinta seni budaya Dayak. Didirikan oleh sejumlah seniman dan budayawan, termasuk Ketua Sanggar Ricky Hendrik, Borneo Tarigas terus melahirkan generasi muda berbakat yang siap melestarikan nilai-nilai leluhur.
Menjaga Tradisi di Tengah Tantangan
Sejak awal berdiri, Sanggar Borneo Tarigas aktif menggelar berbagai kegiatan seni, termasuk tari, musik tradisional, dan teater. Namun, perjalanan mereka tidak selalu mulus.
Modernisasi dan pengaruh budaya asing kerap menjadi tantangan, terutama dalam menarik minat generasi muda terhadap budaya tradisional.
“Tantangan generasi muda sekarang adalah pengaruh budaya luar yang sangat kuat. Kami harus lebih kreatif dalam memperkenalkan seni budaya agar tetap relevan dan menarik bagi mereka,” ujar Ketua Sanggar Ricky Hendrik.

Sebagai solusi, sanggar ini mengadaptasi pertunjukan mereka dengan menggabungkan elemen modern tanpa menghilangkan esensi tradisional. Upaya ini terbukti efektif, ditandai dengan prestasi mereka di berbagai kompetisi seni, seperti parade tari nusantara, di mana mereka meraih penghargaan untuk kategori penyanyi, penata tari, dan penata musik terbaik.
Dalam kesempatan berbeda, Ricky Hendrik mengajak generasi muda untuk aktif melestarikan budaya melalui sanggar seni.
“Jangan pernah malu dengan tradisi sendiri. Bergabunglah dengan sanggar seni, baik itu tari, musik, atau seni lainnya. Warisan seni budaya adalah identitas bangsa yang tak ternilai. Jika bukan kita yang melestarikannya, siapa lagi?” tegasnya.
Sanggar Borneo Tarigas membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya tentang menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menjawab tantangan zaman dengan inovasi. Dengan berbagai prestasi yang diraih, mereka menjadi contoh nyata bahwa seni dan budaya Dayak tetap relevan, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga di panggung nasional dan global.
Bagi generasi muda, melibatkan diri dalam pelestarian budaya adalah cara terbaik untuk menjaga agar identitas bangsa tetap hidup dan dikenal dunia. Sanggar Borneo Tarigas adalah bukti bahwa seni budaya dapat menjadi jembatan antara tradisi dan kemajuan zaman.
Tim -Sèrius Fakta Ni-

