logispost.com/ – Keadilan sosial menjadi isu utama yang disuarakan oleh Muhammad Khairuddin, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa keadilan sosial merupakan fondasi penting bagi pembangunan negara yang berkelanjutan. "Tanpa keadilan sosial, kesenjangan ekonomi dan sosial akan semakin melebar, yang pada akhirnya dapat memicu konflik dan ketidakstabilan," ujarnya.
Menurut Khairuddin, keadilan sosial tidak hanya berkaitan dengan distribusi sumber daya, tetapi juga menyangkut pengakuan hak-hak dasar warga negara. Ia menekankan pentingnya akses yang setara terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja bagi semua lapisan masyarakat.
Beberapa program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinilai mampu meningkatkan keadilan sosial. Namun, Khairuddin menggarisbawahi masih adanya tantangan besar, termasuk keterbatasan sumber daya dan resistensi dari kelompok tertentu yang memiliki kepentingan.
Ia juga menyoroti sejumlah kasus ketimpangan sosial yang terjadi di Kalimantan Barat, seperti penimbunan tabung gas 3 kg di Kota Pontianak dan penimbunan solar di Mempawah. "Kasus-kasus ini mencerminkan kepentingan oknum tidak bertanggung jawab yang merugikan masyarakat luas," tegasnya.
Untuk itu, Khairuddin menyerukan perlunya perubahan sistemik yang melibatkan pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta. Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat disebut sebagai kunci untuk mewujudkan keadilan sosial yang hakiki.
"Keadilan sosial bukan hanya tujuan, melainkan juga proses yang memerlukan komitmen bersama. Dengan prinsip ini, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih adil, sejahtera, dan harmonis," pungkas Khairuddin.

